Jumat, 18 Desember 2009

Windows 7, Lebih Cepat Lebih Baik Lebih Indah

Punya kompi baru, berarti bisa mencoba segala sesuatu yang baru juga. Mulai dari sistem operasi, program2 sampe game. Kali ini, saya mau mencoba Sistem Operasi Windows yang terbaru, yaitu Windows 7. Dinamakan Windows 7 mungkin karena Windows 7 merupakan generasi Windows yang ketujuh dari jajaran Windows sebagai sistem operasi untuk Desktop. Kalo diurutkan dari awal seperti ini: Windows 95, Windows 98, Windows ME, Windows 2000, Windows XP, Windows Vista dan Windows 7. Tujuh juga merupaka simbol kesempurnaan, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Windows 7 merupakan penyempurna Windows-windows sebelumnya, terutama Windows Vista yang bisa dibilang gagal. Kesempurnaan Windows 7 inilah yang ditunggu-tunggu oleh pengguna Windows diseluruh dunia, terutama bagi mereka yang sudah kecewa dengan peforma Windows Vista.


Makanya, saya jadi penasaran dengan produk baru Microsoft itu. Apakah sesuai dengan yang diberitakan atau tidak. Kali ini saya mencoba Windows 7 Professional. Cara installnya seperti menginstal Windows Vista, lumayan cepat, dan mudah dipahami langkah-langkahnya. Setelah terinstal, perbedaan Windows 7 dengan Windows Vista sudah terlihat dari layar bootingnya. Tampilannya lebih animatif. Begitu juga dengan tampilan Welcome Screen dan desktop Windows, perbedaan yang paling keliatan adalah bentuk taskbarnya, yang lainnya kurang lebih sama seperti Windows Vista. Secara peforma, saya rasakan memang berbeda dari Windows Vista. Windows 7 terasa lebih cepat booting dan lebih ringan. Dengan spek kompi yang saya miliki, saya bisa merasakan peforma Windows 7 yang maksimal, salah satunya penggunaan themes Windows Aero transparancy. Perlu diketahui, Windows 7 menggunakan directX 11 secara defaultnya, jadi mau nggak mau kita harus memakai VGA card yang mendukung directX 11.

Fitur yang saya suka dari Windows Vista dan Windows 7 adalah Flip 3D, tumbnail pada taksbar, gagdet pada layar desktop, dan Dreamscene. Semua fitur tersebut secara keseluruhan hampir sama seperti di Windows Vista. Untuk gadget di layar desktop, bedanya dengan Windows Vista, di Wnidows 7 kita bisa meletakkan gadget itu di mana pun dan tidak ada pembatas berbentuk kotak seperti di Windows Vista. Khusus Dreamscene, kalo ada yang belum tahu, Dreamscene itu adalah semacam fitur pada Windows Vista atau 7 untuk menampilkan video sebagai wallpaper. Tapi, sayangnya kita harus menginstal semacam patch atau plug-in terlebih dahulu. Menampilkan video sebagai wallpaper seperti air terjun dan langit adalah kelebihan Windows 7 yang paling saya kagumi.


Salah satu program favorit saya di Windows 7 adalah Windows Media Center. Dengan ini kita tak perlu menginstal program-program music/video player lainnya, karna dengan Windows Media Center, kita dapat menonton video/movie, mendengarkan musik, melihat gambar, bahkan menonton siaran TV (kalo ada TV turner). Dengan tampilan yang sangat atraktif, simple, canggih dan mempesona, udah lebih dari cukup, istilahnya All in 1. Selain itu, Windows 7 sudah terinstal Windows Media Player versi 12, dengan tampilan lebih simple dan elegan. Selain fitur-fitur yang saya sebutkan di atas, masih ada lagi fitur-fitur tersembunyi lainnya, yang pastinya menarik untuk dijelajahi. So, coba aja sendiri. Tapi harganya masih mahal sih.




Harga Windows 7 Home Premium sekitar US$199 veri full, dan US$119 versi upgrade. Windows 7 Professional US$299 versi full, dan US$199 versi upgrade. Windows 7 Ultimate US$319 versi full, dan US$219 versi upgrade. Hhmm... kayaknya harus menabung dulu untuk menikmati Windows 7 berlisensi.



Kamis, 10 Desember 2009

Akhirnya bisa ganti PC

Setelah kesel-keselan ama kompi gw yang lama, sampe keyboard gw pecah gara2 gw banting. Akhirnya gw bisa ganti kompi baru. Dengan modal patungan ama bokap (padahal bagian gw gak seberapa) tapi bajet yang gw dapet kali ini lumayan gede, sebut aja 5 juta. Pas dananya udah ditangan, hari itu juga gw meluncur ke TKP yaitu Mall Mangga Dua, pusatnya pertokoan komputer di Jakarta. Sebelumnya gw udah iseng itung2 bakalan dapet spek yang kayak gimana yang bakalan gw dapet dengan bajet sebesar itu. Sekitar 1 jam perjalanan naik KRL ekonomi dan mikrolet, gw sampe di MM2 (mall Mangga 2) dan secepat kilat gw tarik tunai di ATM BCA dan secepat kilat juga gw meluncur ke toko Quantum di lantai 5.

Ternyata, spek yang gw kasih, ada beberapa item yang gak tersedia alias habis, yaitu Mobo AsRock P45DE, termasuk VGA Digital Alliance GF 9800GT 1GB. Gak cuma itu aja, memory yang gw kira bisa dapet 2x2GB (4GB) ternyata yang gw maksud itu cuma kodenya dan kapasitas aslinya ternyata cuma 1x1GB (2GB). Akhirnya, gw ganti mobo besutan Foxconn, yang keliatannya bagus dan cukup murah, gw pilih Foxconn P45AL. Terus VGA gw ganti ke merek Gigabyte dengan chip yang sama. Masalah memory terpaksa gw terima.

Akhirnya setelah beres semua dan gak ada lagi yang kurang, gw dapet spek seperti ini:

Prosesor : Intel Core 2 Duo E7500 2.93GHz FSB1066MHz cache 3MB LGA775
Motherboard : Foxconn P45AL
Memory : Corsair XMS2 2x2048 2GB DDR2
VGA : Gigabyte 9800GT 1GB
HDD : Seagate 500GB SATA 16MB
Casing : Libera 600watt















Sambil nunggu barang2nya dateng, gw liat item-item lain yang ada di websitenya (www.rakitan.com). Trus gw ditanya, sepek itu mau dirakit apa gak. Tadinya gw mau rakit sendiri dirumah, tapi gw pikir mendingan dirakit sekalian biar gak repot bawanya dan biar bisa langsung dipake. Kebetulan, merakit PC disitu gratis, tanpa software.

Barang-barang udah komplit kecuali VGAnya blom dateng. Orang yang merakit PC di situ udah lihai, cepet banget ngerakit satu PC gak butuh waktu berjam-jam cuma beberapa menit aja. Waktu, VGAnya mau dipaksa, orang yang ngerakit PC gw kaget. Dia bilang, kalo pake VGA ini, power supply 600watt bawaan casing gak bakalan kuat. Dalam hati, masa gak kuat, khan udah 600watt, kalo gitu butuh lebuh dari 600 watt donk... Setelah dijelasin, ternyata power keluaran PSU bawaan casing gak murni 600watt, mungkin yang keluar cuma 300 watt. Butuh PSU yang keluarannya murni. Orang itu menyarankan PSU merek AcBel 420watt. Kalo gitu, nambah biaya lagi donk... tekor gw. Tapi terpaksa gw beli, daripada VGA gw bagus jadi soak gara2 PSUnya gak kuat.

Transaksi selesai dan Pc gw udah jadi, trus gw pulang ke rumah. Perjalanan pulang emang paling sulit, udah CPUnya berat, naik kereta penuhnya ampun-ampunan dah... padahal gw naik Pakuan express. Tapi, udah lega pas sampe rumah. Dan gw langsung coba kompi gw yang baru, cuma sayang ada yang masih kurang, yaitu monitornya blom ganti, masih CRT 14". Niatnya kalo ada dana lagi, mau ganti ke LCD 22". Hehehe...

Selasa, 17 November 2009

Film 2012 yang menggemparkan, ternyata....

Film 2012, yang beritanya terasa menggemparkan. Film yang menurut gw isinya tentang bencana dan akhir jaman, gw pikir bakalan nggak jauh ama film 2012 Doomsday, yang ceritanya nggak meaning banget, sama sekali nggak seru. Itu perkiraan gw sebelum nonton filmnya. Gw pikir film ini juga nggak bakalan naik daun, pokoknya beritanya nggak bakalan santer kedengaran. Tapi, diluar dugaan, baru saja ditayangin di bioskop, orang-orang udah pada ngomongin. Terlihat di status Facebook, setiap orang bercerita ketika mereka mau nonton 2012 pasti antri panjang dan mendapat jatah jam tayang malam. Lanjut lagi, kesan orang-orang tertentu setelah mereka menonton film itu. Ada yang "nggak ngaruh tuh..." atau "film yang sempat menyadarkan gw kalo gw harus bertobat" terus ada lagi "satu hal yang harus gw cepet lakukan adalah NIKAH!!!". That's it. Kayaknya dahsyat banget ya, pengaruh film itu ke semua orang. Sedemikian dashyatnya sampe-sampe bikin gw penasaran juga.

Kebetulan yang disengaja, gw maen ke Cibubur Junction hari senin, dan gw mampir ke 21 nya. Alamak, ke-4 studionya dipake untuk nonton hanya film 2012. Gila! Itu pun orang-orang harus ngantri buat beli tiket. Karna antriannya gak panjang, gw iseng ikutan ngantri. Setelah dapet giliran, yang tersisa cuma seat-seat yang ada di depan, itu pun udah jam tayang terakhir. Akhirnya, gw dapet tiket nonton 2012 jam 9 malem di kursi M-6. Jadi, gw balik ke rumah dulu, ntar jam setengah 9 kesini lagi.

Jam setengah 9 malem gw berangkat, sampe di bioskop pas jam 9. Setelah beberapa trailer dan iklan, ditayangkanlah akhirnya film 2012 itu. Gw gak akan cerita bagaimana cerita film itu, yang jelas film itu seru, menegangkan, efek-efek yang mengagumkan, dan kesan-kesan dari orang-orang yang pernah gw denger, juga gw rasain. Tapi, setelah nonton film ini, ada banyak hal yang menarik dan selalu gw pikirkan.



1. Film itu jelas bukan tentang KIAMAT. Seperti orang penjual DVD 2012 bajakan, yang menjajakan film dengan berteriak "Kiamat... kiamat. Mas, film kiamat, mas". Itu sama sekali bukan kiamat. Kita pasti tahu bahwa kiamat nggak bakalan bisa ditentukan kapan waktunya, dan nggak bisa diramalkan. Jika kiamat terjadi, maka nggak ada satu makhluk pun yang selamat.

Film 2012 bercerita tentang sebuah kejadian, yaitu pergeseran kerak bumi. Gampangnya adalah, perpindahan kutub-kutub bumi. Jadi, jika itu terjadi maka, kutub bumi selanjutnya bukan ada di tempat yang saat ini, tetapi pindah di tempat lain. Titik tertinggi bumi juga akan berpindah, yang sebelumnya ada di Puncak Everest menjadi suatu tempat di daerah Afrika. Kejadian-kejadiannya akan sangat mengerikan, yaitu terjadi tsunami yang sangat besar, di film bisa mencapai 1500 meter tinggi airnya. Terus ada gunung meletus,bahkan Caldera terbesar di dunia, Yellowstone akan meledak.

Dari beberapa sumber yang saya baca dan dengar, kejadian-kejadian seperti inilah yang akan terjadi pada bumi beberapa tahun ke depan. Dan ini bukan sebuah ramalan, tetapi perkiraan dari sebuah penelitian.



2. Di film itu, juga ditunjukkan konspirasi dari beberapa negara maju yang terikat dalam organisasi G8. Mereka bekerja sama membuat bahtera untuk menyelamatkan ras manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada saat gw nonton pun, gw sama sekali nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sebenarnya mereka kerjakan saat ini. Apakah, pada kenyataannya, mereka bener-bener membangun bahtera itu... Tambah lagi, orang yang berhak ikut ke dalam bahtera itu adalah orang-orang yang terpilih, orang-orang pintar, ilmuwan, politisi, dan orang-orang kaya yang sanggup membayar 1 Miliar Euro. Dan yang paling mengerikan adalah, penduduk di setiap daerah diberi keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa, padahal bencana besar sebenarnya akan terjadi.

Pada saat itu, ditampilkan betapa kerasnya usaha orang-orang itu untuk menjalankan bahtera supaya selamat, dengan kejadian-kejadian di luar dugaan, dengan diiringi musik-musik instrumen yang halus dan merana. Satu kesan gw. Gila! Ini sutradara ama penulis ceritanya bener-bener gila, bisa mempengaruhi penonton supaya bisa merasakan kisah itu. Padahal, dalam film itu mereka meninggalkan manusia yang dalam jumlah besar. Bagaimana jika suatu ketika, penonton yang mengalami itu, bukan suatu suguhan yang patut dinikmati lagi khan...

Anyway, itulah sekelumit konspirasi tentang pembangunan bahtera dalam film ini yang gw rasakan. Bukan nggak mungkin, hal itu bakalan terjadi.


3. Dalam film itu, gw pikir setiap daratan bakalan hancur atau berubah. Tapi ternyata nggak. Titik tertinggi, yaitu puncak everest sama sekali nggak berubah. Dan satu benua yang nggak tersorot dan tidak berubah (dalam hal ini berarti nggak kena dampak/bencana) yaitu Afrika. Dan terdapat sekitar 7 bahtera yang menyelamatkan manusia dan binatang. Ini artinya kehidupan masih berlanjut, tapi nggak seperti yang sebelumnya. Mungkin, akan dibuat negara-negara baru dengan wilayah-wilayah yang baru. gw jadi inget tentang tulisan seorang yang bernama Jack, mengaku berasal dari masa depan, yang pergi ke tahun 1978 untuk mengambil komputer IBM unik. dia mampir ke tahun 2001 dan menulis sebuah blog dan menceritakan sedikit tentang masa depan. Salah satunya adalah terjadinya Perang Dunia III pada tahun 2010 sampai tahun 2014 (kalo gak salah). Ini artinya dunia pada kurun waktu itu tetap sama dan tidak berubah, hanya berubah kondisi kehidupannya.

Gw sendiri... gak tau mana yang bener. Buat semuanya, siap-siap aja, barangkali yang diceritakan di atas benar-benar terjadi. Yang penting, kita tahu kepada siapa kita meminta pertolongan.

Minggu, 15 November 2009

Rahasia Sulap

Sewaktu ketika, saya pergi ke rumah teman saya. Waktu itu ada acara pesta kecil-kecilan dari mudika St. Thomas. Beberapa mudika juga berkumpul di rumah itu, dan kami disambut oleh teman saya sekeluarga, ada bapaknya, ada ibunya, ada kakaknya, ada adiknya, dan saudara-saudaranya juga ada. Kebetulan sebelum acara makan, kami sempat bermain-main sebentar. Ada yang bermain kartu poker, ada yang bermain musik, cuma yang satu ini menarik perhatian saya. Adik teman saya mempertunjukkan sebuah atraksi kepada teman-teman yang lain. Atraksi itu nggak lain nggak bukan yaitu sulap. Pikir saya hebat sekali adik teman saya ini bisa melakukan pertunjukan sulap, padahal dia masih kecil umurnya kira-kira masih 10 tahun. Sulap yang dimainkan nggak hanya permainan keterampilan tangan tapi juga hitung-hitungan dan permainan kartu. Saya saja butuh waktu yang lama buat memecahkan misteri setiap atraksinya dan bahkan ada yang saya sama sekali nggak ngerti.

Weleh-weleh... bagaimana ya cara dia melakukan semua itu? tanya saya dalam hati, sambil berpikir keras. Mata saya tiba-tiba tertuju pada sebuah plastik putih kresek, yang selalu dia bawa setiap melakukan atraksi. Setelah melakukan atraksi, dia memasukan benda-benda yang telah dipakainya untuk bermain sulap ke dalam plastik itu. Kemudian mengambil benda yang lain lagi untuk memulai atraksi yang baru. Saya mulai berpikir, kenapa dia harus mengambil benda-benda itu dari dalam plastik itu, padahal dia bisa memakai kartu (benda-benda yang dimaksud antara lain kartu) yang ada di sekitarnya. Kayaknya isi dalam plastik itu benar-benar penting dan rahasia, kayak dokumen negara aja.

Setelah menunggu beberapa lama dan setelah dia menyelesaikan semua sulapnya. Barulah saya mengerti, ternyata para pesulap punya sebuah rahasia dan saya baru tahu hal ini. Rahasia adik teman saya itu adalah dia punya benda-benda yang memang dikhususkan untuk bermain sulap, misalkan kartu permainan khusus. Jadi, kartu itu memang beda dengan kartu yang biasanya sehingga nggak bisa dimainkan. Dalam permainan keterampilan tangan, adik teman saya itu juga sudah berlatih supaya triknya nggak ketawan. Saya pun bisa bermain sulap keterampilan itu, kalo sudah latihan. Satu permainan yang saya blom ngerti adalah mendapatkan kartu yang sama dalam tumpukan kartu biasa.

Satu hal yang saya ambil positifnya adalah bahwa sulap memang sebenarnya murni trik manusia dan bukan supernatural, walaupun mungkin ada yang memakai itu. Tapi sulap dengan trik ternyata juga butuh keterampilan dan latihan yang keras, sehingga trik-trik itu tidak terlihat dalam pertunjukan. Nah, satu hal lagi, saya juga sadar bahwa pemain-pemain sulap itu umumnya adalah orang-orang yang cerdas dan pintar.

Jumat, 06 November 2009

Turing Dadakan Jakarta-Jepara pp

Entah ada angin apa, tiba-tiba gw pengen banget turing ke Jepara, mau nyoba naik mbak Shantika. Jumat itu, gw langsung menuju ke Terminal Rawamangun, karena Shantika Ijo Tosca, yang sering diomongin para bismania, ngelen dari sana. Waktu mau ke loketnya, gw ditawarin Senja Furnindo sama crew SF. SF dari Rawamangun warnanya pink, tawaran yang cukup menggiurkan, tetapi hati ini tetap memilih Shanti ijo tosca. Harganya??? cuma120ribu perak... itu udah dapet kelas eksekutif, dapet makan prasmanan, 30 seat 7 baris, 1 TV LCD besar dan 7 LCD kecil. Tiket buat berangkat besok udah ditangan, gak sabaran buat nunggu besok.

Tanggal 3 Oktober 2009, waktunya packing, dan siang hari gw udah siap berangkat dari Depok. Pemberangkatan jam setengah 7 malam, berasa lama banget. Siang itu juga gw pergi ke rumah Nyokap di Klender. karna masih lama, gw tidur dulu biar ntar malem tetap fit dan melek. Pas jam setengah 5, gw bangun trus makan sedikit, abis itu mandi. Barulah jam 6 kurang, gw minta dianterin ke terminal.

Jam 6 sampe di terminal, dan langit udah agak gelap. Abis pamitan ama Bokap gw, gw langsung menuju ke TKP dan gw melihat Shantika ijo tosca udah ada disana, bersama bis Jepara/Kudus yang lain. Sebelum ngerasain interiornya, gw check-in dulu di loketnya, biar sah. Pas gw masuk ke dalem.... Wuihh, lumayan adem, setanya masih mulus, pokoke manteb lah. Akhirnya gw bisa juga ngerasain shanti ijo tosca. Karna masih belum berangkat juga, gw keluar dulu sambil foto2. O iya, gw dapet yang H 1711 BG, tunggangannya mas Agus. Gw seneng banget ngeliat bodi new marcopolo-nya, cakep banget. Apalagi pake lampu LED nya yang sipit, jadi keliatan cantik. Bus ini menggunakan Hino RK 2009, pake suspensi udara buatan Adi Putro.

Jam 7 malem bis berangkat, gw duduk di seat gw no 8 deket jendela. Goyangan ala suspensi udaranya udah kerasa pas ngelewatin jalan rel KA, halus goncangannya. Di tol cikampek, bus ini kenceng banget, tapi sayang gw gak bisa lihat speedometernya. Tapi, kalo gw itung per 1 kilometer-nya 30 detik, ini berarti kecepatannya sekitar 120 km/jam.. Wooow, mantabbs... Belom lagi manuvernya, coba rasain sendiri. Apalagi supir Shanti ijo tosca ini termasuk yang yahud.

Jam setengah 10 malem, sampe di RM Uun. Tapi... sepi banget nih, yang ada cuma bus2 Deddy Jaya. Ya gini nih, kalo berangkat ke Kudus/Jepara dari Rawamangun, berangkatnya paling belakangan, gak ketemu bis2 Solo/wonogiri, apalagi madiun - surabaya. Makanan di sini juga lumayan enak... Abis makan, foto2 bus biarpun lagi sendirian. Jam 10 berangkat lagi. Nah, biasanya kalo abis makan, bus ini tambah sangar. Tapi .... ya itu, karna sepi, jadi cuma ketemu beberapa bus, kayak Deddy Jaya, Sinar Jaya, Dewi Sri, Raya. Trus, bus yang satu ini sebenernya sama2 berangkat belakangan, tapi dia susah dikejar, malah nyalip dari belakangan. Iya... bus itu adalah Nusantara. Dari Rawamangun, Nusantara pake Scania semua, dari kelas eksekutif sampe kelas super exe nya. Padahal ini bus blom berangkat waktu Shantika berangkat, tapi bisa ngejar dan nyalip... Gila. Abis nyalip, 2 nu3tara Scania kekejar tapi gak kesalip.

Sampe Kudus ternyata masih pagi... tau gak jam brapa? Jam 4 pagi. Padahal berangkatnya malem. Ini berarti perjalanan cuma 9 jam. Wow, mantab. Gw bingung mau turun dimana, karna gw baru pertama kali ke Kudus. Ya udah, gw ikut aja sampe ke Jepara, siapa tau sampe Jepara udah agak siang. Tapi, di luar dugaan, ternyata Jepara itu deket, jadi sampe sana masih jam 5an gitu. Di Jepara gw gak turun, gw ikut bus ini sampe gak ada penumpang lagi. Gw pikir bis ini cuma sampe Kelet. Tapi, ternyata sampe Pati pun masih ada penumpang 2 orang. Akhirnya, mereka turun di Ngablak, Pati. Abis itu, gw bilang ke crew kalo gw bismania. Akhirnya gw diijinkan ikut sampe poolnya.

Daerah Pati dan Jepara manteb banget, jalannya itu muterin pegunungan Muria. Apalagi pas ngelewatin hutan karet, jalannya sempit banget. Biar begitu, bus Shantika ijo tosca ini tetep bisa ngebut, berpaspasan dengan kendaraan dan bus dari berlawanan arah. Waktu yang ditempuh dari Jepara ke Ngablak pp sekitar 3 jam. Bus Shantika berhenti di sebuah pencucian bus, di sini bus ini di cuci dulu baru nanti di bawa ke pool. Di sini juga udah ada Shantika Bandung, Shantika merah. Dari pada nunggu lama di sini, gw putuskan untuk turun di sini dan melanjutkan perjalanan sendiri.

Gw bingung... mau kemana ya. Gw sama sekali gak tau daerah sini. Yang gw tau, kalo mau pulang ke Jakarta, gw harus ke terminal Jepara dulu. Sedangkan tempat wisata di sini ada Museum Kartini, Tugu Jepara, Pantai karitini, Pantai Bandengan. Tapi, karna bugjet turing gw gak seberapa, gw putuskan ke Terminal Jepara dulu. Paling gak, gw harus udah punya tiket balik ke Jakarta, biar aman. Naik bus 3/4 mengantar gw ke Jepara dengan biaya 3000 perak. Di terminal, gw cari makanan dulu. Ketemu nasi gudeg, kayaknya enak nih. Nasi gudeg pake ayam plus telur. Lumayan enak sih, cuma ayamnya aja yang aneh, dapetnya yang dubur, mana dicampur telur lagi. Makanan 11. ribu perak agak kemahalan buat gw dan gak sesuai. Di loket terminal, gw bingung mau naik apa, antara Muji Jaya, Senja Furnindo, Nusantara, ama Shantika. Banyaknya pilihan, tapi mata ini selalu tertuju ke loket Senja Furnindo. "SF tujuan rawamangun mbak... berapa ya" basa-basi nanya, padahal gw udah tau harganya, sekitar 110 ribu perak. "tiketnya 190 ribu mas". "hahhh... yg bener" jawab gw agak kaget. Gw baru nyadar, kalo sekarang masih suasana lebaran, padahal udah 2 minggu yang lalu Lebaranya. "masa blom turun juga tiketnya???". Kata mbaknya, tiketnya turun 10rb per hari sejak seminggu yang lalu. Berarti sekarang 190rb, besok baru 180 rb sampe tiket normal. Gila... pikir gw. Untungnya gw ada duit simpenan. "Ya udah deh... tapi DP 100 dulu yak". Gw terpaksa ambil tiket itu daripada gak jadi balik ke Jakarta, sambil nanya dimana ATM BCA.

ATM BCA gak jauh dari terminal, tapi gw disarankan naik becak yang harganya cuma 3000 dari terminal. Katanya beda lagi kalo dari sana ke terminal, harganya bisa 4 kali lipat. Lumayan lah naik becak di Kota Jepara. Abis gesek kartu ATM, gw jalan-jalan dulu. Tapi sumpah... gw bingung mau kemana. Kebetulan pas naik becak, gw lihat warnet di pinggir jalan. mending gw ke sana dulu ah... Di warnet gw bosen, koneksinya lambat. Trus gw tidur aja dah... tapi gak nyaman, soalnya diliatain orang trus, cewek lagi. Tapi bisa istirahat 10 menit aja udah cukup, yang penting ada istirahat.

Gara2 tiket masih kena tuslah, gw gak jadi wisata di jepara... cuma bisa jalan kaki. Gw jalan kaki udah ke Alun-alun Jepara, di situ juga ada Tugu Jepara. Di sebelah alun-alun Jepara, ada taman yang teduh banget, neduh dulu ah disitu. Sambil neduh, gw minum es dawet. Hhmmm... seger tenan rek... Abis itu tidur dah... Dipikir-pikir, gw kayak gelandangan keren di Kota Jepara deh... Tiba-tiba ada suara adzan nih... Wah, gw harus bangun, gak enak ama orang2. Waduh, masih lama nih sampe jam keberangkatan, jam 5 sore. Udah siang, gw makan dulu... Tapi gw gak tau mau makan dimana. Abis jalan beberapa ratus meter, ketemu yang rame dipinggir jalan. Ternyata orang jualan bakso ama batagor yang buka lapak di pinggir jalan. Cobain ah... yang batagor aja. Hhmm... rasanya enak, mungkin sama kayak batagor Bandung yang jualan di pinggir Detos.

Abis isi bahan bakar, gw jalan ke terminal, nglunasin dulu. Pas di loket SF, "ini mau nglunasin tiket yang tadi". Gw ngasih duit 100rb-an, katanya sambil ngasih kembalian "tiketnya 180rb aja mas". Dikasihlah duit 20rb buat kembalian. Asik, dapet diskon tuslah. Tiket balik udah ditangan, jadi mau ngapain aja bisa tenang, yang penting jam setengah 5 harus udah di terminal. Sekarang masih jam 1 kurang. Gw ke masjid dulu ah... yang gw liat terletak di ujung terminal. Hehehe... numpang tidur ah... Mau tidur tapi kok susah ya, apa krna gak nyaman dan aman ya... Gw tidur tapi masih agak sadar. Tidur 1-2 jam lumayan, biarpun gak tenang. Badan gw berasa lusuh banget, udah kagak mandi tadi, keringetan mulu lagi. Bodo amat lah, yang penting blom ada yang protes.

Jam 2 lebih gw bangun, karna udah males tidur lagi. gw check peta lewat google maps di hp gw. Ternyata, teminal Jepara itu deket laut lho. beberapa ratus meter ada pelabuhan. Coba kesana ah... asik khan jalan-jalan ke Jepara ketemu lautnya, biar jalan-jalan kali ini gak sia-sia. Lumayan sih kalo jalan, tapi kalo sampe di pelabuhan pasti lega liat lautnya, perahu2nya. Sayangnya cuma ada pelabuhan, sedangkan pantainya jauh. Gak lengkap kalo blom foto2, sama foto2 sendiri biar eksis. Buat bukti kalo gw udah pernah ke Pelabuhan Jepara. Ke laut juga blom lengkap kalo blom nyentuh air lautnya... Gak kerasa, udah jam 4 kurang. Akhirnya udah mau jam 5, dan gw harus kembali ke terminal. Biar lebih fresh, gw ganti baju dulu. Tadinya mau mandi, cuma air di sini kurang bersih.

Di terminal, udah ada 2 SF pink, satu ke rawamangun, yang satunya lagi ke Pulogadung. Di situ juga ada Nu3tara, Shantika merah, sedangkan muji Jaya blom ada. Gw check-in dulu di loketnya, dan gw dapet yang plat K 1754 BC. Sementara, penumpang blom boleh naik dulu, jadi gw nunggu aja di dalem loket, sambil numpang ngecharge hp. Jam 5 kurang, penumpang diperbolehkan naik dan gw taro tas gw di seat no 8. Sebelum berangkat gw foto2 dulu, mulai dari interiornya, mumpung blom banyak penumpangnya. Abis itu foto2 eksteriornya. Gw liat udah ada SF yang lain termasuk yang kuning ke Lebak bulus, dan yang putih Vip ke pulogadung.

Jam 5 lebih, gw berangkat. Akhirnya pulang juga, dan untuk pertama kalinya lagi gw naik SF. Masuk Kudus, ketemu Nu3tara, Muji Jaya dan Haryanto. Kesan pertama naik bus ini: mantabb... supirnya kalo nyalip dari kanan berani banget, sampe nahan kendaraan dari berlawanan arah, bahkan truk dipaksa melambat, dan mobil dipaksa ke luar jalur. SF pink ini pake bus Mercedes-benz OH1521 intercooler tahun 1996an, karoseri Setra dari Morodadi prima. Biarpun mesin lawas, tapi performanya cukup handal, apalagi supirnya yang manteb.

Jam setngah 9 malem, berhenti di RM Sari Rasa. Rumah makan ini katanya yang paling bagus, dan gw lihat juga luas banget. Di sini ada SF, ada banyak Nu3tara, ada juga Rosalia Indah, juga Blue Star. Makan dulu ah... udah laper banget, abis jalan2 seharian tadi. Makan udah abis, waktunya foto2. Tapi, tiba2 hujan, jadinya gak bisa ke luar, bisanya foto2 dari dalem doank. Wahh, asik nih hujan. Gw paling demen naik bus kehujanan. Paling pas kalo jalannya siang trus kehujanan. Abis foto2, jam 9 lebih dikit bus berangkat. Nah, sebentar lagi nyampe di tanjakan plelen. Kira2 kuat gak ya bus SF ini, lantaran pake mesin mercy cooler, tenaganya kurang kuat buat berlari di tanjakan. Di luar dugaan, biar pun lambat tapi SF nyalip bus2 lain di tanjakan plelen, kayak Ramayana dan Pahala Kencana.

Di perjalanan, SF pink nyalip bus lain yang ada di depan, dan blom di-overtake sama bus lain kecuali Nu3tara Scania, emang gila tuh bus. Hal yang paling mengesankan adalah pas di kota Pemalang, jalan macet dan gw liat banyak bus2 lain di depan. Gak tau aba2 darimana, SF pink buka jalur di jalur berlawanan arah, ngelewatin bus2 yang kena macet, ada Nu3tara Scania yang tadi, Rosalia Indah, OBL, PK, Raya, Kramat Djati, SF kuning, SF hitam, ama yang lain-lainnya, banyak banget pokoknya. Emang dah, perjalanan dari Jepara/Kudus lebih seru, karna ketemu banyak bus2 lain. SF pink terus berada di jalur berlawanan arah, dan ternyata Nu3tara Scania ngikutin dari belakang. Sampe pada ujung kemacetan, dan di perbatasan kota Brebes SF berada di depan dan dibelakang masih nu3tara Scania. Beberapa menit kemudian, Nu3tara Scania nyalip dan SF ngasih jalan.

Di Tol Kanci, SF pink yang udah ngebut pol sampe ngeden. SF pink nyalip beberapa bus lain kayak Sinar Jaya, Sumber Alam, dan lain-lain. Tiba-tiba, di sebelah kiri di bahu jalan lewat Nu3tara Scania SE yang lain, cepet banget, dan keliatan enteng banget ngebutnya, padahl SF pink ini udah ngeden. Ckckck... bener2 gila tuh bus. Tapi gak apa-apa, yang penting bus ini tetep bisa nyalip. Di pamanukan, SF pink berkutat dengan Yudha Jovie, Garuda Mas, Sumber Alam, Sinar Jaya, dan Gajah Mungkur. Agak lama tuh persaingannya, mungkin 1 jam lebih. Tapi, ahirnya SF yang menang. Abis itu gw tidur karna capek banget. Bangun2 udah ada di Tol Cikampek deket Cikunir. Jam 5 sampe di terminal Rawamangun dengan selamat.

Rabu, 28 Oktober 2009

Susasana di Jalan Juanda

Baru saja saya pulang dari kampung halaman, tapi hati ini selalu rindu dan ingin kembali mudik. Suasananya yang damai, apalagi lingkungannya yang masih hijau oleh sawah dan pepohonan. Kebetulan, saya pernah berjalan-jalan di sekitar Depok, tepatnya di jalan Margonda. Tapi karena tidak tahan dengan keadaan mobil dan motor yang bertumpuk-tumpuk, akhirnya saya membelokkan kendaraan saya ke arah jalan Juanda. Berjalan di jalan Juanda memberikan suasana lain, tidak seperti di jalan Margonda. Lingkungan sekitarnya sebagian masih rawa, kebun, dan pepohonan, seperti jalan-jalan yang ada di kampung halaman. Walaupun sebagian lagi sudah mulai ada pembangunan rumah real estate dan ruko, tetapi untuk saat ini kita masih bisa merasakan lengang-nya jalan Juanda. Suasana perkampungan makin kuat terasa ketika kita berjalan selepas dari SPBU menuju persimpangan Jalan Raya Bogor. Jika kita lihat kanan dan kiri jalan, maka yang terlihat adalah rawa, sawah, kebun, dan jika beruntung, kita dapat melihat pegunungan Pangrango/Gede di sebelah kanan. Jalan yang lengang lengkap dengan pemandangannya ini mengingatkan saya pada Jalan Solo-Yogyakarta yang sering saya lewati. Jika hari biasa jalan Juanda memang agak lengang, tetapi saat akhir pekan, jalan Juanda berubah seketika menjadi pasar Tumpah, yang panjangnya hampir satu kilo lebih di sepanjang jalan Juanda. Pastinya kita tidak akan menikmati suasana di sekitar Jalan Juanda lagi, karena sudah lelah melihat manusia dan kendaraan tumpah ruah di jalan. Awalnya orang-orang sering berolahraga dan lari pagi di jalan ini, karena suasananya memang masih asri dan lengang. Tapi tiba-tiba beberapa orang yang berjualan di pinggir jalan itu, entah apa pemicunya, semakin lama semakin bertambah banyak, seperti keadaan saat ini. Walaupun demikian, kita masih dapat menikmatinya suasana Jalan Juanda yang lengang untuk beberapa tahun ke depan. Seperti Jalan Margonda, Jalan Juanda juga memiliki potensi untuk menjadi jalur yang sangat strategis dan tidak akan menutup kemungkinan Jalan Juanda akan menjadi seperti Jalan Margonda saat ini, yang berisi mobil, motor, bus, dan kendaraan lain yang kelewat mubazir dan bikin macet. Mall, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, belum lagi Jalan Tol yang sudah di rencanakan, akan membuat daerah di sekitar Jalan Juanda menjadi sangat strategis dan berharga.

Eiffel Tower, Landmark Kota Paris


Pada tahun 1889, diadakan sebuah pameran dunia, salah satu pameran terbesar yang pernah diadakan di dunia yaitu Exposition Universelle (Universal Exhibition) di Kota Paris. Sebuah bangunan megah didirikan untuk menyelenggarakan pameran tersebut, yaitu The Galerie des Machines. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek bernama L. Ferdinand Dutert bersama engineer-nya Victor Contamin. Bangunan yang hanya terdiri dari ruang kosong sepanjang ± 500 meter ini menggunakan konstruksi besi dengan tiangnya yang melengkung halus dan fasad dari kaca yang berwarna-warni. Bangunan ini mengawali perkembangan dunia arsitektur dengan material besi/baja. Namun, pada tahun 1910 bangunan ini dihancurkan. Selain The Galerie des machines, terdapat satu proyek lagi yang bangunannya masih bertahan sampai saat bahkan menjadi ikon kota tersebut, yaitu menara Eiffel. Menara setinggi 300 meter ini dirancang oleh Gustave Eiffel, dengan konstruksi keseluruhannya menggunakan material besi baja. Menara ini mempunyai 4 kaki dengan penopang berbentuk setengah lingkaran (arc), terdiri dari empat ruas dengan bentuk menara melengkung dan meruncing ke atas. Dengan konstruksi seperti itu, menara Eiffel dapat menahan tekanan angin sehingga dapat berdiri sampai saat ini.

Proses perancangannya dimulai dari tahun 1884, dimana pada saat itu, Gustav Eiffel dibantu oleh rekan-rekannya yaitu Nouguier dan Kouchlin, ahli rangka metal yang fokus pada penelitian struktur bentang rangka metal pada jembatan dermaga dan arsitek Sauvestre yang mengerjakan detail ornamen arsitektural menara. Sedangkan, proses pembangunannya baru dimulai pada tahun 1887, dan berlangsung selama 2 tahun lamanya. Selama pembangunan, banyak ahli teknik yang meramalkan bahwa bangunan besi ini akan collapse atau runtuh. Oleh karena, penduduk yang bertempat di sekitar pembangunan menara meninggalkan rumah mereka untuk menghindari resiko yang sangat berbahaya itu.

Menara Eiffel menjadi menara yang paling indah di dunia, tapi siapa yang menyangka bahwa selama pembangunan menara ini, banyak sekali kecaman dan kritikan keras dari masyarakat. Sebuah kelompok pemerhati lingkungan yang terdiri dari para seniman, sastrawan hingga arsitek melakukan protes melalui sebuah surat kabar terbuka. Mereka beranggapan menara ini bak monster yang merusak wajah Kota Paris sekaligus sebagai suatu penghinaan pada cita rasa seni Perancis, suatu perwujudan pabrik raksasa yang kelam dan akan selalu memberikan bayang-bayang penuh kebencian di Kota Paris.

Pada tanggal 5 April 1889, proyek ‘Menara Besi’ ini telah selesai sepenuhnya. Namun aneh, kecaman dan kritikan keras yang selama ini terus dilontarkan justru berbalik menjadi suatu pujian. Mereka sangat terkagum dengan keindahan konstruksi menara besi ini. Kekaguman terhadap menara besi raksasa ini tidak hanya menjadikan menara ini menjadi landmark dari Champ de Mars tetapi menjadi sumber keindahan Kota Paris yang sudah terkenal sampai ke seluruh dunia.

Jumat, 23 Oktober 2009

Kunjungan Pribadi ke Pool AgraMas

Tanggal 23 Oktober 2009, gw ama Grandy berkunjung ke Pool AgraMas di Salabenda, Bogor. Sewaktu sampai di pool, sebuah bus yang ada, yang lainnya sedang ngeline. Agak disayangkan juga... Disana ketemu dengan Kepala Pool AgraMas Bogor, Pak Aan, sepertinya bapak ini yang mengatur masuk dan keluar bus. Di sana juga ada beberapa sopir, yang kebetulan lagi libur. Salah satunya bernama Adhi dan Joko, mereka udah kenal banget sama Grandy. Di sana cerita pengalamannya Grand naik bus AgraMas. Kalo yang ini tuh kayak gini, kalo yang itu tuh kayak gini. Kalo gw sih cuma bisa dengerin aja, karna gw sendiri belom pernah naik AgraMas. Tapi dari sini, gw bisa tau mana bisa yang paling enak menurut Grandy, istilahnya bus yang recomended. Biasanya bus-bus yang recomended itu bus mercy karna suspensinya empuk. Trus antara bus Hino, yang paling bagus tarikannya itu bus Hino RG. Selesai ngobrol-ngobrol sama sopir dan kepala poolnya, mulai dah sesi fotonya. Nah, beruntung banget, ada 2 bus AgraMas AC yang masuk pool dan 2 bus odong-odong, alias non AC. Salah satunya bus jurusan Karawang nomor body 5040, Hino RK karoseri Adiputro Selendang. Satunya lagi bus jurusan Lebak Bulus 5022 body Celcius RS, permak-an Equator.

Selesai foto-foto, ternyata di situ ada pemilik Po AgraMas, Pak Tony. Dengan pPak Tony, kami ngobrol-ngobrol lagi. Mula-mula, kami ngobrol soal kenapa AgraMas nggak pake suspensi udara di bus Hino-nya. Perusahaan karoseri yang dapat membuat suspensi udara itu baru AdiPutro, tetapi menurutnya masih ada beberapa kelemahan, terutama di balon nya. Selesai membahas air suspensi, Grandy terus tanya (dalam hal ini Grandy yang terus bertanya karna dia yang paling tau soal AgraMas), Ada gak bus AgraMas yang pake karoseri Tentrem. Di sini kami baru tahu, kalo pengerjaan di karoseri Tentrem masih manual. Yang lebih parahnya lagi pengerjaan di karoseri Equator, lebih manual, dan kalo ada yang tidak rata maka diratakan dengan dempulan. Bus yang memakai karoseri Equator mungkin terlihat mulus di luar, tapi mungkin terdapat banyak dempulan. Kelebihan dari karoseri Adi Putro adalah di finishing Touch, jadi kelihatan sempurna. Padahal, karoseri AdiPutro termasuk ringkih, rawan rusak parah. Sedangkan untuk karoseri yang punya rangka yang paling kokoh itu adalah Laksana. Pas cerita tentang karoseri, lewat bus ozusu yang built-up. Katanya ini karoseri yang paling kuat, bumper nya sering kali nabrak mobil tapi masih utuh, sedangkan mobilnya rusak berat. Ini dikarenakan besinya masih besi murni dan tebal, dan belum dicampur bahan-bahan lain.

Dari karoseri, pembicaraan beranjak ke seat. Grandy mengeluh kalo salah satu bus memiliki seat yang keras. Grandy lalu berpendapat kalo kursi yang paling enak itu kursi aurora, yang dipakai Muji Jaya jurusan Rawamangun. Menurutnya lebih lebar dan empuk. Pak Tony bilang kalo pabrik aurora itu ada di dekat sini, di daerah Bogor. Grandy pun juga baru tahu. Kursi Karya logam yang pernah gw ama Grandy rasain di Nusantara SE, termasuk seat yang bagus. Pak Tony juga bilang kelebihan kursi Aldila itu adalah bahan rangkanya yang awet. Bahan tersebut sudah dilapisi bubuk dengan teknik pouring atau semacamnya, gw udah lupa istilahnya. Jadinya, nggak bakalan karatan. Kalo kulitnya udah kempes, tinggal diganti busanya, dan tetap memakai rangka lama.

Pembicaraan beralih ke masalah AC. Grandy bilang kalo AC Thermo King itu yang paling dingin. Pak Tony cerita kalo harga AC Thermo King sekarang mahal, karena Negara asal pembuatnya, Amerika, lagi krisis. Nah, dia juga cerita kalo di Indonesia, AC Thermo King itu punya 2 distributor, misalkan A dan B. Kelemahannya adalah jika kita beli AC TK di distributor A, maka sewaktu mau service, hanya cabang distributor A saja yang mau menerima layanan service sedangkan distributor B nggak mau. Beda dengan AC Denso, yang cuma punya 1 distributor saja, kalo mau service, cabang Denso dimana pun pasti bisa. Tapi AC Denso punya kelemahan, yaitu umurnya pendek, paling sekitar 5 tahun. Contohnya, bus Primajasa yang pake AC Denso, setiap 5 tahun sekali ganti body sekaligus ACnya. Sedangkan AC Thermo King punya lifetime yang panjang alias awet. Buktinya Raya masih pake AC TK yang jadul. Dia bilang juga, kalo AC TK jadul yang dipake Raya itu masih asli sananya alias built-up. Sedangkan AC TK yang sekarang cuma 70% built-up. Beda dengan AC Denso yang masih asli dari Jepang. Disebutkan juga kalo AC TK mark IV itu asli kalo ada tulisan mark IV nya disamping, seperti pengalaman gw ama Grandy naik Nu3tara SE yang pake AC TK mark IV, Dinginnya bukan main. AC TK kalo udah jelek, dinginnya gak stabil, tergantung mesin bus. Kalo bus lagi kenceng, semburan ACnya juga kenceng, kalo lagi pelan semburan AC juga pelan. Perlu modal yang banyak buat memperbaikinya, sekitar 12 juta. Terakhir, Pak Tony juga cerita ada satu merek AC yang disebut-sebut sebagai biangnya AC bus. Tapi mereknya lupa, pas ditanya ke teknisinya, juga lupa. Setelah gak lama kemudian, baru inget namanya Carrier. Inilah biangnya AC, menurut Pak Tony.

Karna Grandy mau sholat Jumat, maka pembicaraan terpaksa diakhiri. Terima Kasih buat Pak Tony sebagai Pemilik Po AgraMas, Pak Aan sebagai kepala Pool, Bang Adhi dan Joko, juga teknisi AgraMas. Semoga bisa berkunjung lagi di lain waktu.

Hujan... Kenapa Hujan?

heehmmm... gak tau kenapa jam begitu cepatnya berputar... sudah cukup malam. waktunya aku memasukan motor ku yang sebelumnya kubiarkan kehujanan diluar. Ketika ku keluar, kulihat hujan sudah tidak lagi turun... tapi hawanya masih sangat terasa. Begitu terasanya sampe ke kulitku yang paling dalam. Sejuk dan dingin. Hhmmm... nyamannya bukan main. Sejenak ku perhatikan daun-daun yang masih basah... tembok yg masih basah... pagar yang masih dibubuhi tetesan air hujan. Entah kenapa, tiba-tiba aku teringat masa SMA ku...

bukannya mengelak, malah diriku dan kepalaku bersandar pada dinding rumah sambil menatap gelapnya langit ... seakan-akan ingin ku ingat lagi masa-masa indah itu. Masa dimana cinta dalam diriku mulai tumbuh dan bersemi. Bukan main indahnya saat itu... sungguh suatu momen yang tak kan pernah kulupakan... ketika aku benar-benar menyukai seseorang... benar-benar mendambakan seseorang... seseorang yang sebenarnya sedang berada di dekatku... semangatku bergejolak saat itu. Saat dimana kau merasa dialah pasangan jiwamu. Aku masih bisa membayangkan wajahnya yang tak kan hilang di telan jaman.

Hujan... kenapa hujan? ...Karna hujanlah yang menemaniku ketika aku sedang membayangkannya. Karna hujanlah yang menemani aku ketika aku diam-diam berada di depan rumahnya, hanya ingin tahu keadaannya malam itu. karna hujanlah... yang menyadarkan aku begitu besarnya rintangan yang aku hadapi untuk mendapatkan cintanya. Dan karna hujanlah... yang menyadarkan aku pula begitu mudahnya aku menyerah dan putus asa. Karna... hujan jugalah... yang membuat aku merasa kehilangan... sebuah tanda dimana aku harus benar-benar kehilangan dirinya... dan membiarkan dirinya mengarungi kehidupan yang dia idam-idamkan. Sejenak aku teringat kalau dia sudah menjadi milik orang lain.

Baru saja ku nikmati masa-masa indah sekaligus menyedihkan itu... Dinginnya udara dan semilirnya angin membangunkanku dan lamunanku kembali ke dunia nyata. Sementara hiruk pikuk di rumah masih berlanjut, aku masuk ke ruang kerjaku dan kembali membuka halaman facebookku.

Depok, 22 Oktober 2009
jam 23.30 malam, saat hujan sudah reda...

Rabu, 21 Oktober 2009

Video-Video Turing part 4

Scania Nu3 NS04 (ngeblonk version) - @ jalan layang


Manuver Scania Nu3 NS04 (ngeblonk version)


Last Shoot with Scania Nu3 NS04 (ngeblonk version)


The Great Acceleration of Scania

Video-Video Turing part 3

Scania Runs on Tanjakan Plelen (It's Show Time)


Just a Few Second to be a Winner


Scania Nu3 ngeblonk ketemu Raya


Scania Nu3 Mendesak Haryanto

Video-Video Turing part 2

Senja Furnindo vs Rajawali


Senja Furnindo vs Lorena


Gaya Mr. Narto, Driver Pinggir Scania Nu3 NS04


Gaya Mr. Joko, Driver Tengah Scania Nu3 NS04

Video-Video Turing part 1

Buka Jalur ke-3 ala Senja Furnindo


Pahala Kencana vs Senja Furnindo


Senja Furnindo vs Mulyo Indah


Senja Furnindo vs Garuda Mas