Rabu, 28 Oktober 2009

Eiffel Tower, Landmark Kota Paris


Pada tahun 1889, diadakan sebuah pameran dunia, salah satu pameran terbesar yang pernah diadakan di dunia yaitu Exposition Universelle (Universal Exhibition) di Kota Paris. Sebuah bangunan megah didirikan untuk menyelenggarakan pameran tersebut, yaitu The Galerie des Machines. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek bernama L. Ferdinand Dutert bersama engineer-nya Victor Contamin. Bangunan yang hanya terdiri dari ruang kosong sepanjang ± 500 meter ini menggunakan konstruksi besi dengan tiangnya yang melengkung halus dan fasad dari kaca yang berwarna-warni. Bangunan ini mengawali perkembangan dunia arsitektur dengan material besi/baja. Namun, pada tahun 1910 bangunan ini dihancurkan. Selain The Galerie des machines, terdapat satu proyek lagi yang bangunannya masih bertahan sampai saat bahkan menjadi ikon kota tersebut, yaitu menara Eiffel. Menara setinggi 300 meter ini dirancang oleh Gustave Eiffel, dengan konstruksi keseluruhannya menggunakan material besi baja. Menara ini mempunyai 4 kaki dengan penopang berbentuk setengah lingkaran (arc), terdiri dari empat ruas dengan bentuk menara melengkung dan meruncing ke atas. Dengan konstruksi seperti itu, menara Eiffel dapat menahan tekanan angin sehingga dapat berdiri sampai saat ini.

Proses perancangannya dimulai dari tahun 1884, dimana pada saat itu, Gustav Eiffel dibantu oleh rekan-rekannya yaitu Nouguier dan Kouchlin, ahli rangka metal yang fokus pada penelitian struktur bentang rangka metal pada jembatan dermaga dan arsitek Sauvestre yang mengerjakan detail ornamen arsitektural menara. Sedangkan, proses pembangunannya baru dimulai pada tahun 1887, dan berlangsung selama 2 tahun lamanya. Selama pembangunan, banyak ahli teknik yang meramalkan bahwa bangunan besi ini akan collapse atau runtuh. Oleh karena, penduduk yang bertempat di sekitar pembangunan menara meninggalkan rumah mereka untuk menghindari resiko yang sangat berbahaya itu.

Menara Eiffel menjadi menara yang paling indah di dunia, tapi siapa yang menyangka bahwa selama pembangunan menara ini, banyak sekali kecaman dan kritikan keras dari masyarakat. Sebuah kelompok pemerhati lingkungan yang terdiri dari para seniman, sastrawan hingga arsitek melakukan protes melalui sebuah surat kabar terbuka. Mereka beranggapan menara ini bak monster yang merusak wajah Kota Paris sekaligus sebagai suatu penghinaan pada cita rasa seni Perancis, suatu perwujudan pabrik raksasa yang kelam dan akan selalu memberikan bayang-bayang penuh kebencian di Kota Paris.

Pada tanggal 5 April 1889, proyek ‘Menara Besi’ ini telah selesai sepenuhnya. Namun aneh, kecaman dan kritikan keras yang selama ini terus dilontarkan justru berbalik menjadi suatu pujian. Mereka sangat terkagum dengan keindahan konstruksi menara besi ini. Kekaguman terhadap menara besi raksasa ini tidak hanya menjadikan menara ini menjadi landmark dari Champ de Mars tetapi menjadi sumber keindahan Kota Paris yang sudah terkenal sampai ke seluruh dunia.