Selasa, 17 November 2009

Film 2012 yang menggemparkan, ternyata....

Film 2012, yang beritanya terasa menggemparkan. Film yang menurut gw isinya tentang bencana dan akhir jaman, gw pikir bakalan nggak jauh ama film 2012 Doomsday, yang ceritanya nggak meaning banget, sama sekali nggak seru. Itu perkiraan gw sebelum nonton filmnya. Gw pikir film ini juga nggak bakalan naik daun, pokoknya beritanya nggak bakalan santer kedengaran. Tapi, diluar dugaan, baru saja ditayangin di bioskop, orang-orang udah pada ngomongin. Terlihat di status Facebook, setiap orang bercerita ketika mereka mau nonton 2012 pasti antri panjang dan mendapat jatah jam tayang malam. Lanjut lagi, kesan orang-orang tertentu setelah mereka menonton film itu. Ada yang "nggak ngaruh tuh..." atau "film yang sempat menyadarkan gw kalo gw harus bertobat" terus ada lagi "satu hal yang harus gw cepet lakukan adalah NIKAH!!!". That's it. Kayaknya dahsyat banget ya, pengaruh film itu ke semua orang. Sedemikian dashyatnya sampe-sampe bikin gw penasaran juga.

Kebetulan yang disengaja, gw maen ke Cibubur Junction hari senin, dan gw mampir ke 21 nya. Alamak, ke-4 studionya dipake untuk nonton hanya film 2012. Gila! Itu pun orang-orang harus ngantri buat beli tiket. Karna antriannya gak panjang, gw iseng ikutan ngantri. Setelah dapet giliran, yang tersisa cuma seat-seat yang ada di depan, itu pun udah jam tayang terakhir. Akhirnya, gw dapet tiket nonton 2012 jam 9 malem di kursi M-6. Jadi, gw balik ke rumah dulu, ntar jam setengah 9 kesini lagi.

Jam setengah 9 malem gw berangkat, sampe di bioskop pas jam 9. Setelah beberapa trailer dan iklan, ditayangkanlah akhirnya film 2012 itu. Gw gak akan cerita bagaimana cerita film itu, yang jelas film itu seru, menegangkan, efek-efek yang mengagumkan, dan kesan-kesan dari orang-orang yang pernah gw denger, juga gw rasain. Tapi, setelah nonton film ini, ada banyak hal yang menarik dan selalu gw pikirkan.



1. Film itu jelas bukan tentang KIAMAT. Seperti orang penjual DVD 2012 bajakan, yang menjajakan film dengan berteriak "Kiamat... kiamat. Mas, film kiamat, mas". Itu sama sekali bukan kiamat. Kita pasti tahu bahwa kiamat nggak bakalan bisa ditentukan kapan waktunya, dan nggak bisa diramalkan. Jika kiamat terjadi, maka nggak ada satu makhluk pun yang selamat.

Film 2012 bercerita tentang sebuah kejadian, yaitu pergeseran kerak bumi. Gampangnya adalah, perpindahan kutub-kutub bumi. Jadi, jika itu terjadi maka, kutub bumi selanjutnya bukan ada di tempat yang saat ini, tetapi pindah di tempat lain. Titik tertinggi bumi juga akan berpindah, yang sebelumnya ada di Puncak Everest menjadi suatu tempat di daerah Afrika. Kejadian-kejadiannya akan sangat mengerikan, yaitu terjadi tsunami yang sangat besar, di film bisa mencapai 1500 meter tinggi airnya. Terus ada gunung meletus,bahkan Caldera terbesar di dunia, Yellowstone akan meledak.

Dari beberapa sumber yang saya baca dan dengar, kejadian-kejadian seperti inilah yang akan terjadi pada bumi beberapa tahun ke depan. Dan ini bukan sebuah ramalan, tetapi perkiraan dari sebuah penelitian.



2. Di film itu, juga ditunjukkan konspirasi dari beberapa negara maju yang terikat dalam organisasi G8. Mereka bekerja sama membuat bahtera untuk menyelamatkan ras manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada saat gw nonton pun, gw sama sekali nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sebenarnya mereka kerjakan saat ini. Apakah, pada kenyataannya, mereka bener-bener membangun bahtera itu... Tambah lagi, orang yang berhak ikut ke dalam bahtera itu adalah orang-orang yang terpilih, orang-orang pintar, ilmuwan, politisi, dan orang-orang kaya yang sanggup membayar 1 Miliar Euro. Dan yang paling mengerikan adalah, penduduk di setiap daerah diberi keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa, padahal bencana besar sebenarnya akan terjadi.

Pada saat itu, ditampilkan betapa kerasnya usaha orang-orang itu untuk menjalankan bahtera supaya selamat, dengan kejadian-kejadian di luar dugaan, dengan diiringi musik-musik instrumen yang halus dan merana. Satu kesan gw. Gila! Ini sutradara ama penulis ceritanya bener-bener gila, bisa mempengaruhi penonton supaya bisa merasakan kisah itu. Padahal, dalam film itu mereka meninggalkan manusia yang dalam jumlah besar. Bagaimana jika suatu ketika, penonton yang mengalami itu, bukan suatu suguhan yang patut dinikmati lagi khan...

Anyway, itulah sekelumit konspirasi tentang pembangunan bahtera dalam film ini yang gw rasakan. Bukan nggak mungkin, hal itu bakalan terjadi.


3. Dalam film itu, gw pikir setiap daratan bakalan hancur atau berubah. Tapi ternyata nggak. Titik tertinggi, yaitu puncak everest sama sekali nggak berubah. Dan satu benua yang nggak tersorot dan tidak berubah (dalam hal ini berarti nggak kena dampak/bencana) yaitu Afrika. Dan terdapat sekitar 7 bahtera yang menyelamatkan manusia dan binatang. Ini artinya kehidupan masih berlanjut, tapi nggak seperti yang sebelumnya. Mungkin, akan dibuat negara-negara baru dengan wilayah-wilayah yang baru. gw jadi inget tentang tulisan seorang yang bernama Jack, mengaku berasal dari masa depan, yang pergi ke tahun 1978 untuk mengambil komputer IBM unik. dia mampir ke tahun 2001 dan menulis sebuah blog dan menceritakan sedikit tentang masa depan. Salah satunya adalah terjadinya Perang Dunia III pada tahun 2010 sampai tahun 2014 (kalo gak salah). Ini artinya dunia pada kurun waktu itu tetap sama dan tidak berubah, hanya berubah kondisi kehidupannya.

Gw sendiri... gak tau mana yang bener. Buat semuanya, siap-siap aja, barangkali yang diceritakan di atas benar-benar terjadi. Yang penting, kita tahu kepada siapa kita meminta pertolongan.

Minggu, 15 November 2009

Rahasia Sulap

Sewaktu ketika, saya pergi ke rumah teman saya. Waktu itu ada acara pesta kecil-kecilan dari mudika St. Thomas. Beberapa mudika juga berkumpul di rumah itu, dan kami disambut oleh teman saya sekeluarga, ada bapaknya, ada ibunya, ada kakaknya, ada adiknya, dan saudara-saudaranya juga ada. Kebetulan sebelum acara makan, kami sempat bermain-main sebentar. Ada yang bermain kartu poker, ada yang bermain musik, cuma yang satu ini menarik perhatian saya. Adik teman saya mempertunjukkan sebuah atraksi kepada teman-teman yang lain. Atraksi itu nggak lain nggak bukan yaitu sulap. Pikir saya hebat sekali adik teman saya ini bisa melakukan pertunjukan sulap, padahal dia masih kecil umurnya kira-kira masih 10 tahun. Sulap yang dimainkan nggak hanya permainan keterampilan tangan tapi juga hitung-hitungan dan permainan kartu. Saya saja butuh waktu yang lama buat memecahkan misteri setiap atraksinya dan bahkan ada yang saya sama sekali nggak ngerti.

Weleh-weleh... bagaimana ya cara dia melakukan semua itu? tanya saya dalam hati, sambil berpikir keras. Mata saya tiba-tiba tertuju pada sebuah plastik putih kresek, yang selalu dia bawa setiap melakukan atraksi. Setelah melakukan atraksi, dia memasukan benda-benda yang telah dipakainya untuk bermain sulap ke dalam plastik itu. Kemudian mengambil benda yang lain lagi untuk memulai atraksi yang baru. Saya mulai berpikir, kenapa dia harus mengambil benda-benda itu dari dalam plastik itu, padahal dia bisa memakai kartu (benda-benda yang dimaksud antara lain kartu) yang ada di sekitarnya. Kayaknya isi dalam plastik itu benar-benar penting dan rahasia, kayak dokumen negara aja.

Setelah menunggu beberapa lama dan setelah dia menyelesaikan semua sulapnya. Barulah saya mengerti, ternyata para pesulap punya sebuah rahasia dan saya baru tahu hal ini. Rahasia adik teman saya itu adalah dia punya benda-benda yang memang dikhususkan untuk bermain sulap, misalkan kartu permainan khusus. Jadi, kartu itu memang beda dengan kartu yang biasanya sehingga nggak bisa dimainkan. Dalam permainan keterampilan tangan, adik teman saya itu juga sudah berlatih supaya triknya nggak ketawan. Saya pun bisa bermain sulap keterampilan itu, kalo sudah latihan. Satu permainan yang saya blom ngerti adalah mendapatkan kartu yang sama dalam tumpukan kartu biasa.

Satu hal yang saya ambil positifnya adalah bahwa sulap memang sebenarnya murni trik manusia dan bukan supernatural, walaupun mungkin ada yang memakai itu. Tapi sulap dengan trik ternyata juga butuh keterampilan dan latihan yang keras, sehingga trik-trik itu tidak terlihat dalam pertunjukan. Nah, satu hal lagi, saya juga sadar bahwa pemain-pemain sulap itu umumnya adalah orang-orang yang cerdas dan pintar.

Jumat, 06 November 2009

Turing Dadakan Jakarta-Jepara pp

Entah ada angin apa, tiba-tiba gw pengen banget turing ke Jepara, mau nyoba naik mbak Shantika. Jumat itu, gw langsung menuju ke Terminal Rawamangun, karena Shantika Ijo Tosca, yang sering diomongin para bismania, ngelen dari sana. Waktu mau ke loketnya, gw ditawarin Senja Furnindo sama crew SF. SF dari Rawamangun warnanya pink, tawaran yang cukup menggiurkan, tetapi hati ini tetap memilih Shanti ijo tosca. Harganya??? cuma120ribu perak... itu udah dapet kelas eksekutif, dapet makan prasmanan, 30 seat 7 baris, 1 TV LCD besar dan 7 LCD kecil. Tiket buat berangkat besok udah ditangan, gak sabaran buat nunggu besok.

Tanggal 3 Oktober 2009, waktunya packing, dan siang hari gw udah siap berangkat dari Depok. Pemberangkatan jam setengah 7 malam, berasa lama banget. Siang itu juga gw pergi ke rumah Nyokap di Klender. karna masih lama, gw tidur dulu biar ntar malem tetap fit dan melek. Pas jam setengah 5, gw bangun trus makan sedikit, abis itu mandi. Barulah jam 6 kurang, gw minta dianterin ke terminal.

Jam 6 sampe di terminal, dan langit udah agak gelap. Abis pamitan ama Bokap gw, gw langsung menuju ke TKP dan gw melihat Shantika ijo tosca udah ada disana, bersama bis Jepara/Kudus yang lain. Sebelum ngerasain interiornya, gw check-in dulu di loketnya, biar sah. Pas gw masuk ke dalem.... Wuihh, lumayan adem, setanya masih mulus, pokoke manteb lah. Akhirnya gw bisa juga ngerasain shanti ijo tosca. Karna masih belum berangkat juga, gw keluar dulu sambil foto2. O iya, gw dapet yang H 1711 BG, tunggangannya mas Agus. Gw seneng banget ngeliat bodi new marcopolo-nya, cakep banget. Apalagi pake lampu LED nya yang sipit, jadi keliatan cantik. Bus ini menggunakan Hino RK 2009, pake suspensi udara buatan Adi Putro.

Jam 7 malem bis berangkat, gw duduk di seat gw no 8 deket jendela. Goyangan ala suspensi udaranya udah kerasa pas ngelewatin jalan rel KA, halus goncangannya. Di tol cikampek, bus ini kenceng banget, tapi sayang gw gak bisa lihat speedometernya. Tapi, kalo gw itung per 1 kilometer-nya 30 detik, ini berarti kecepatannya sekitar 120 km/jam.. Wooow, mantabbs... Belom lagi manuvernya, coba rasain sendiri. Apalagi supir Shanti ijo tosca ini termasuk yang yahud.

Jam setengah 10 malem, sampe di RM Uun. Tapi... sepi banget nih, yang ada cuma bus2 Deddy Jaya. Ya gini nih, kalo berangkat ke Kudus/Jepara dari Rawamangun, berangkatnya paling belakangan, gak ketemu bis2 Solo/wonogiri, apalagi madiun - surabaya. Makanan di sini juga lumayan enak... Abis makan, foto2 bus biarpun lagi sendirian. Jam 10 berangkat lagi. Nah, biasanya kalo abis makan, bus ini tambah sangar. Tapi .... ya itu, karna sepi, jadi cuma ketemu beberapa bus, kayak Deddy Jaya, Sinar Jaya, Dewi Sri, Raya. Trus, bus yang satu ini sebenernya sama2 berangkat belakangan, tapi dia susah dikejar, malah nyalip dari belakangan. Iya... bus itu adalah Nusantara. Dari Rawamangun, Nusantara pake Scania semua, dari kelas eksekutif sampe kelas super exe nya. Padahal ini bus blom berangkat waktu Shantika berangkat, tapi bisa ngejar dan nyalip... Gila. Abis nyalip, 2 nu3tara Scania kekejar tapi gak kesalip.

Sampe Kudus ternyata masih pagi... tau gak jam brapa? Jam 4 pagi. Padahal berangkatnya malem. Ini berarti perjalanan cuma 9 jam. Wow, mantab. Gw bingung mau turun dimana, karna gw baru pertama kali ke Kudus. Ya udah, gw ikut aja sampe ke Jepara, siapa tau sampe Jepara udah agak siang. Tapi, di luar dugaan, ternyata Jepara itu deket, jadi sampe sana masih jam 5an gitu. Di Jepara gw gak turun, gw ikut bus ini sampe gak ada penumpang lagi. Gw pikir bis ini cuma sampe Kelet. Tapi, ternyata sampe Pati pun masih ada penumpang 2 orang. Akhirnya, mereka turun di Ngablak, Pati. Abis itu, gw bilang ke crew kalo gw bismania. Akhirnya gw diijinkan ikut sampe poolnya.

Daerah Pati dan Jepara manteb banget, jalannya itu muterin pegunungan Muria. Apalagi pas ngelewatin hutan karet, jalannya sempit banget. Biar begitu, bus Shantika ijo tosca ini tetep bisa ngebut, berpaspasan dengan kendaraan dan bus dari berlawanan arah. Waktu yang ditempuh dari Jepara ke Ngablak pp sekitar 3 jam. Bus Shantika berhenti di sebuah pencucian bus, di sini bus ini di cuci dulu baru nanti di bawa ke pool. Di sini juga udah ada Shantika Bandung, Shantika merah. Dari pada nunggu lama di sini, gw putuskan untuk turun di sini dan melanjutkan perjalanan sendiri.

Gw bingung... mau kemana ya. Gw sama sekali gak tau daerah sini. Yang gw tau, kalo mau pulang ke Jakarta, gw harus ke terminal Jepara dulu. Sedangkan tempat wisata di sini ada Museum Kartini, Tugu Jepara, Pantai karitini, Pantai Bandengan. Tapi, karna bugjet turing gw gak seberapa, gw putuskan ke Terminal Jepara dulu. Paling gak, gw harus udah punya tiket balik ke Jakarta, biar aman. Naik bus 3/4 mengantar gw ke Jepara dengan biaya 3000 perak. Di terminal, gw cari makanan dulu. Ketemu nasi gudeg, kayaknya enak nih. Nasi gudeg pake ayam plus telur. Lumayan enak sih, cuma ayamnya aja yang aneh, dapetnya yang dubur, mana dicampur telur lagi. Makanan 11. ribu perak agak kemahalan buat gw dan gak sesuai. Di loket terminal, gw bingung mau naik apa, antara Muji Jaya, Senja Furnindo, Nusantara, ama Shantika. Banyaknya pilihan, tapi mata ini selalu tertuju ke loket Senja Furnindo. "SF tujuan rawamangun mbak... berapa ya" basa-basi nanya, padahal gw udah tau harganya, sekitar 110 ribu perak. "tiketnya 190 ribu mas". "hahhh... yg bener" jawab gw agak kaget. Gw baru nyadar, kalo sekarang masih suasana lebaran, padahal udah 2 minggu yang lalu Lebaranya. "masa blom turun juga tiketnya???". Kata mbaknya, tiketnya turun 10rb per hari sejak seminggu yang lalu. Berarti sekarang 190rb, besok baru 180 rb sampe tiket normal. Gila... pikir gw. Untungnya gw ada duit simpenan. "Ya udah deh... tapi DP 100 dulu yak". Gw terpaksa ambil tiket itu daripada gak jadi balik ke Jakarta, sambil nanya dimana ATM BCA.

ATM BCA gak jauh dari terminal, tapi gw disarankan naik becak yang harganya cuma 3000 dari terminal. Katanya beda lagi kalo dari sana ke terminal, harganya bisa 4 kali lipat. Lumayan lah naik becak di Kota Jepara. Abis gesek kartu ATM, gw jalan-jalan dulu. Tapi sumpah... gw bingung mau kemana. Kebetulan pas naik becak, gw lihat warnet di pinggir jalan. mending gw ke sana dulu ah... Di warnet gw bosen, koneksinya lambat. Trus gw tidur aja dah... tapi gak nyaman, soalnya diliatain orang trus, cewek lagi. Tapi bisa istirahat 10 menit aja udah cukup, yang penting ada istirahat.

Gara2 tiket masih kena tuslah, gw gak jadi wisata di jepara... cuma bisa jalan kaki. Gw jalan kaki udah ke Alun-alun Jepara, di situ juga ada Tugu Jepara. Di sebelah alun-alun Jepara, ada taman yang teduh banget, neduh dulu ah disitu. Sambil neduh, gw minum es dawet. Hhmmm... seger tenan rek... Abis itu tidur dah... Dipikir-pikir, gw kayak gelandangan keren di Kota Jepara deh... Tiba-tiba ada suara adzan nih... Wah, gw harus bangun, gak enak ama orang2. Waduh, masih lama nih sampe jam keberangkatan, jam 5 sore. Udah siang, gw makan dulu... Tapi gw gak tau mau makan dimana. Abis jalan beberapa ratus meter, ketemu yang rame dipinggir jalan. Ternyata orang jualan bakso ama batagor yang buka lapak di pinggir jalan. Cobain ah... yang batagor aja. Hhmm... rasanya enak, mungkin sama kayak batagor Bandung yang jualan di pinggir Detos.

Abis isi bahan bakar, gw jalan ke terminal, nglunasin dulu. Pas di loket SF, "ini mau nglunasin tiket yang tadi". Gw ngasih duit 100rb-an, katanya sambil ngasih kembalian "tiketnya 180rb aja mas". Dikasihlah duit 20rb buat kembalian. Asik, dapet diskon tuslah. Tiket balik udah ditangan, jadi mau ngapain aja bisa tenang, yang penting jam setengah 5 harus udah di terminal. Sekarang masih jam 1 kurang. Gw ke masjid dulu ah... yang gw liat terletak di ujung terminal. Hehehe... numpang tidur ah... Mau tidur tapi kok susah ya, apa krna gak nyaman dan aman ya... Gw tidur tapi masih agak sadar. Tidur 1-2 jam lumayan, biarpun gak tenang. Badan gw berasa lusuh banget, udah kagak mandi tadi, keringetan mulu lagi. Bodo amat lah, yang penting blom ada yang protes.

Jam 2 lebih gw bangun, karna udah males tidur lagi. gw check peta lewat google maps di hp gw. Ternyata, teminal Jepara itu deket laut lho. beberapa ratus meter ada pelabuhan. Coba kesana ah... asik khan jalan-jalan ke Jepara ketemu lautnya, biar jalan-jalan kali ini gak sia-sia. Lumayan sih kalo jalan, tapi kalo sampe di pelabuhan pasti lega liat lautnya, perahu2nya. Sayangnya cuma ada pelabuhan, sedangkan pantainya jauh. Gak lengkap kalo blom foto2, sama foto2 sendiri biar eksis. Buat bukti kalo gw udah pernah ke Pelabuhan Jepara. Ke laut juga blom lengkap kalo blom nyentuh air lautnya... Gak kerasa, udah jam 4 kurang. Akhirnya udah mau jam 5, dan gw harus kembali ke terminal. Biar lebih fresh, gw ganti baju dulu. Tadinya mau mandi, cuma air di sini kurang bersih.

Di terminal, udah ada 2 SF pink, satu ke rawamangun, yang satunya lagi ke Pulogadung. Di situ juga ada Nu3tara, Shantika merah, sedangkan muji Jaya blom ada. Gw check-in dulu di loketnya, dan gw dapet yang plat K 1754 BC. Sementara, penumpang blom boleh naik dulu, jadi gw nunggu aja di dalem loket, sambil numpang ngecharge hp. Jam 5 kurang, penumpang diperbolehkan naik dan gw taro tas gw di seat no 8. Sebelum berangkat gw foto2 dulu, mulai dari interiornya, mumpung blom banyak penumpangnya. Abis itu foto2 eksteriornya. Gw liat udah ada SF yang lain termasuk yang kuning ke Lebak bulus, dan yang putih Vip ke pulogadung.

Jam 5 lebih, gw berangkat. Akhirnya pulang juga, dan untuk pertama kalinya lagi gw naik SF. Masuk Kudus, ketemu Nu3tara, Muji Jaya dan Haryanto. Kesan pertama naik bus ini: mantabb... supirnya kalo nyalip dari kanan berani banget, sampe nahan kendaraan dari berlawanan arah, bahkan truk dipaksa melambat, dan mobil dipaksa ke luar jalur. SF pink ini pake bus Mercedes-benz OH1521 intercooler tahun 1996an, karoseri Setra dari Morodadi prima. Biarpun mesin lawas, tapi performanya cukup handal, apalagi supirnya yang manteb.

Jam setngah 9 malem, berhenti di RM Sari Rasa. Rumah makan ini katanya yang paling bagus, dan gw lihat juga luas banget. Di sini ada SF, ada banyak Nu3tara, ada juga Rosalia Indah, juga Blue Star. Makan dulu ah... udah laper banget, abis jalan2 seharian tadi. Makan udah abis, waktunya foto2. Tapi, tiba2 hujan, jadinya gak bisa ke luar, bisanya foto2 dari dalem doank. Wahh, asik nih hujan. Gw paling demen naik bus kehujanan. Paling pas kalo jalannya siang trus kehujanan. Abis foto2, jam 9 lebih dikit bus berangkat. Nah, sebentar lagi nyampe di tanjakan plelen. Kira2 kuat gak ya bus SF ini, lantaran pake mesin mercy cooler, tenaganya kurang kuat buat berlari di tanjakan. Di luar dugaan, biar pun lambat tapi SF nyalip bus2 lain di tanjakan plelen, kayak Ramayana dan Pahala Kencana.

Di perjalanan, SF pink nyalip bus lain yang ada di depan, dan blom di-overtake sama bus lain kecuali Nu3tara Scania, emang gila tuh bus. Hal yang paling mengesankan adalah pas di kota Pemalang, jalan macet dan gw liat banyak bus2 lain di depan. Gak tau aba2 darimana, SF pink buka jalur di jalur berlawanan arah, ngelewatin bus2 yang kena macet, ada Nu3tara Scania yang tadi, Rosalia Indah, OBL, PK, Raya, Kramat Djati, SF kuning, SF hitam, ama yang lain-lainnya, banyak banget pokoknya. Emang dah, perjalanan dari Jepara/Kudus lebih seru, karna ketemu banyak bus2 lain. SF pink terus berada di jalur berlawanan arah, dan ternyata Nu3tara Scania ngikutin dari belakang. Sampe pada ujung kemacetan, dan di perbatasan kota Brebes SF berada di depan dan dibelakang masih nu3tara Scania. Beberapa menit kemudian, Nu3tara Scania nyalip dan SF ngasih jalan.

Di Tol Kanci, SF pink yang udah ngebut pol sampe ngeden. SF pink nyalip beberapa bus lain kayak Sinar Jaya, Sumber Alam, dan lain-lain. Tiba-tiba, di sebelah kiri di bahu jalan lewat Nu3tara Scania SE yang lain, cepet banget, dan keliatan enteng banget ngebutnya, padahl SF pink ini udah ngeden. Ckckck... bener2 gila tuh bus. Tapi gak apa-apa, yang penting bus ini tetep bisa nyalip. Di pamanukan, SF pink berkutat dengan Yudha Jovie, Garuda Mas, Sumber Alam, Sinar Jaya, dan Gajah Mungkur. Agak lama tuh persaingannya, mungkin 1 jam lebih. Tapi, ahirnya SF yang menang. Abis itu gw tidur karna capek banget. Bangun2 udah ada di Tol Cikampek deket Cikunir. Jam 5 sampe di terminal Rawamangun dengan selamat.