Halaman

Tampilkan postingan dengan label Lamunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lamunan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 November 2010

PENYESALAN

sebuah rasa penyesalan yang tak kunjung hilang... mengapa aku masih memendam rasa itu... ketika waktu tak dapat lagi diputar balik... apa yang harus aku lakukan...
seikat kenangan yang masih menyatu di kepalaku... terlihat masih jelas... dan rasanya pun masih terasa...
sungguh-sungguh aku menyesal... sangat-sangat menyesal...
mengapa aku dilahirkan seperti ini... tak punya nyali sedikit pun...
tak berani bertindak... hanya mampu menatap dari kejauhan...
hingga cinta melayang begitu saja...

aku sakit... aku sakit bukan karena dia...
aku sakit... karena diriku sendiri...
ketika itu...
hanya bisa melihat dari balik kaca...
hanya mampu menyentuh dari seberang daratan...
hanya berani berbicara dengan secarik kertas...
hanya dapat tersenyum saat tak ku terlihat...
semuanya ... tak ada gunanya...


cintaku sangat membekas di hati...
namun sungguh memilukan...

bodoh!! aku sangat bodoh!!
hatiku menyimpan rasa penyesalan diri yang amat dalam
ketika ku teringat semua kenangan itu...

cinta yang tak terucapkan...
cinta yang belum sempat ku sampaikan...
cinta yang tak berani ku perlihatkan...
cintaku ini sungguh2 memalukan...
namun cintaku ini masih membekas...

masihkah ada kesempatan ...
untukku bertindak ...
atas nama cinta...
aku ingin mencoba lagi...
memberanikan diri...
menghadapi cintaku ini...

Jumat, 23 Oktober 2009

Hujan... Kenapa Hujan?

heehmmm... gak tau kenapa jam begitu cepatnya berputar... sudah cukup malam. waktunya aku memasukan motor ku yang sebelumnya kubiarkan kehujanan diluar. Ketika ku keluar, kulihat hujan sudah tidak lagi turun... tapi hawanya masih sangat terasa. Begitu terasanya sampe ke kulitku yang paling dalam. Sejuk dan dingin. Hhmmm... nyamannya bukan main. Sejenak ku perhatikan daun-daun yang masih basah... tembok yg masih basah... pagar yang masih dibubuhi tetesan air hujan. Entah kenapa, tiba-tiba aku teringat masa SMA ku...

bukannya mengelak, malah diriku dan kepalaku bersandar pada dinding rumah sambil menatap gelapnya langit ... seakan-akan ingin ku ingat lagi masa-masa indah itu. Masa dimana cinta dalam diriku mulai tumbuh dan bersemi. Bukan main indahnya saat itu... sungguh suatu momen yang tak kan pernah kulupakan... ketika aku benar-benar menyukai seseorang... benar-benar mendambakan seseorang... seseorang yang sebenarnya sedang berada di dekatku... semangatku bergejolak saat itu. Saat dimana kau merasa dialah pasangan jiwamu. Aku masih bisa membayangkan wajahnya yang tak kan hilang di telan jaman.

Hujan... kenapa hujan? ...Karna hujanlah yang menemaniku ketika aku sedang membayangkannya. Karna hujanlah yang menemani aku ketika aku diam-diam berada di depan rumahnya, hanya ingin tahu keadaannya malam itu. karna hujanlah... yang menyadarkan aku begitu besarnya rintangan yang aku hadapi untuk mendapatkan cintanya. Dan karna hujanlah... yang menyadarkan aku pula begitu mudahnya aku menyerah dan putus asa. Karna... hujan jugalah... yang membuat aku merasa kehilangan... sebuah tanda dimana aku harus benar-benar kehilangan dirinya... dan membiarkan dirinya mengarungi kehidupan yang dia idam-idamkan. Sejenak aku teringat kalau dia sudah menjadi milik orang lain.

Baru saja ku nikmati masa-masa indah sekaligus menyedihkan itu... Dinginnya udara dan semilirnya angin membangunkanku dan lamunanku kembali ke dunia nyata. Sementara hiruk pikuk di rumah masih berlanjut, aku masuk ke ruang kerjaku dan kembali membuka halaman facebookku.

Depok, 22 Oktober 2009
jam 23.30 malam, saat hujan sudah reda...