Halaman

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2012

Turing (Motor) Ke Bandung bersama Mudika Paroki St. Thomas

Motor2 Peserta Turing Bandung
Bulan Juli adalah bulan perpisahan, karena sudah beberapa orang 'penting' yang meninggalkan Paroki St. Thomas, termasuk frater Eko yang akan meninggalkan paroki tercinta untuk melanjutkan pendidikan. Frater Yulius Eko Priambodo telah meninggalkan paroki secara resmi pada hari Minggu tanggal 22 Juli yang lalu, tetapi frater Eko masih ada di gereja ini hingga sampai hari Jumat, barulah dia benar-benar pergi ke Bandung. Sebagai bentuk apresiasi dari Mudika dimana frater Eko ini sangat dekat dengan Mudika, kami mengadakan kunjungan Ke Bandung. Awalnya kami sendiri ingin secara langsung mengiringi kepergiannya dengan menggunakan motor, sekalian turing istilahnya. Sayangnya frater Eko telah dijadwalkan untuk pergi di hari Jumat bersama dengan para Romo. Rencana yang telah dibuat tetap dijalankan, dan kami tetap pergi ke Bandung, dan judul acaranya bukan lagi mengiringi frater Eko tetapi berkunjung ke Seminari Tinggi di Bandung. 

Turing motor kali ini diikuti cukup banyak orang, tercatat ada sekitar 12 motor, 6 motor diantaranya berboncengan, serta 2 mobil guna membawa logistik. Total ada sekitar 25 orang yang ikut dan nggak semuanya Mudika, ada orang tua juga, dan yang terpenting Romo Andre yang juga turut serta dalam turing kali ini. Setelah misa Sabtu sore, tanggal 28 Juli, kami berkumpul di halaman Gereja St. Thomas. Persiapan dilakukan seperlunya seperti menempelkan tanda di belakang motor, sehingga ketika di tengah kerumunan atau padatnya lalu lintas, motor kawan dapat dikenali. Rencana semula yang dijadwalkan berangkat paling lama jam 9 malam, ternyata baru berangkat jam 10 malam. Maklum, anak muda. Semua persiapan yang dilakukan serta doa sebagai kekuatan kami, mengawali perjalanan ini.

Rute yang diambil adalah Jalan Raya Bogor, Sentul, Puncak lalu terus sampai ke Bandung. Rute Sentul diambil untuk menghindari kemacetan yang ada di Ciawi, Bogor dan sekitarnya. Mengingat kami jalan jam 10 malam dan tepat di malam minggu, kemungkinan di Ciawi masih padat. Perjalanan berhenti dua kali di antaranya di Pom Bensin Pekapuran (Cimanggis) dan Pertigaan Sentul. Perjalanan tidak mengalami kendala, sampai di daerah Sentul, terjadi masalah dengan motor salah satu teman. Gas motor brebet sehingga jalan menjadi tidak lancar. Kami menunggu hampir 1 jam, dan pada akhirnya sumber masalah sudah diketahui yaitu di busi. Setelah busi diganti, motor bisa berjalan dengan lancar dan perjalanan bisa dilanjutkan kembali.

Perjalanan berlanjut melintas puncak dengan jalan menanjak. Tidak ada kendala yang berarti karena semua menggunakan motor berkapasitas sedang (125 ke atas). Ketika jalan menurun, kami juga cukup berhati-hati dan masing-masing pengendara mencoba untuk tidak egois dan bisa mengendalikan motor dengan baik. Kami berhenti lagi di dekat puncak pass, sekedar untuk menghangatkan badan dengan minum minuman yang hangat. Tak terasa sampailah kami di Padalarang.

Di Padalarang ini kami mulai dikawal oleh mobil Patwal. Dengan dikawal oleh Polisi kami berharap perjalanan bisa lancar dan tidak terhalang apapun apalagi gangguan oleh genk-genk motor Bandung yang iseng dan jahil. Tapi, tampaknya justru dengan dikawal seperti ini malah mengundang perhatian banyak orang. Hal yang tidak kami harapkan terjadi pun terjadi. Perjalanan kami mendapat gangguan dari pengendara motor yang  nekat. Imbasnya, kecelakan menimpa salah satu teman kami. Mirisnya dia jatuh bukan karena disenggol pengendara motor itu melainkan disenggol mobil patwal yang berusaha menghindari pembalap motor liar itu.

Beruntung, luka yang dialami tidak parah tapi kami tetap mengantar teman kami itu ke rumah sakit terdekat. Di sini kami dan teman kami mencoba untuk sabar dan tidak menyalahkan siapa pun, yang sudah terjadi ya terjadilah. Sekitar 1 jam-an kami menunggu pengobatan teman kami, teman kami merasa cukup kuat untuk bisa melanjutkan perjalanan. Perjalanan pun dilanjutkan dan tidak lama kemudian sampailah kami di Seminari Tinggi Paulus Petrus sekitar jam 3 dini hari.


Senin, 02 Juli 2012

Ngantri Tiket Kereta Ekonomi

Menjelang 1 Juli 2012, tepat 2 jam sebelum itu, saya dan Bapak saya tiba di Stasiun Pasar Senen. Kami berniat untuk membeli tiket Kereta Ekonomi untuk Bapak saya pulang kampung ke Klaten dan mengantarkan adik saya yang kebetulan masih sekolah SD di kampung. Kenapa kami berdua datang malem-malem karna menurut info yang Bapak saya dapat, pembelian tiket KA baru dibuka jam 12 malam nanti. Paling nggak dengan datang 2 jam lebih awal, kami tidak mengantri panjang.

Sayangnya, perkiraan itu meleset jauh. "Buset!" Ternyata antriannya sudah panjang banget, mungkin kalo diukur ada sekitar 50-100 meter panjangnya. Loket belum dibuka aja, antriannya sudah segini panjangnya. Ada kemungkinan orang-orang ini sudah mengantri dari sore atau siang. 

Sabtu, 13 Februari 2010

Hari Rabu yg Apes, Nabrak V-ixion

Hari Rabu tgl 10 Februari kmaren... gw lagi ketiban sial. Gw nabrak motor jenis V-ixion di daerah Condet, mau keluar Cililitan. Seperti biasa, gw bangun pagi dan bersiap untuk berangkat kerja. Cuma, gw berangkat agak siangan, jam 7 kurang. Rutenya yang gw lewati juga seperti biasanya, lewat jalur alternatif, lewat Hankam-Condet-St. Kalibata.... dst nya. Pas di Jalan Condet, jalan macet seperti biasa, tapi gak terlalu padat seperti jalan Lenteng Agung. Kejadiannya terjadi pas udah mau deket cililitan, kondisi jalan lagi padet bgt ke arah cililitan, dan seperti biasa, gw slalu inisiatif lewat jalur kanan (berlawanan), ngeblonk pula. Nah, pas turunan plus belokan, tepatnya sebelum jembatan kecil, tiba2 dari arah berlawanan ada motor V-ixion dgn lampu buletnya berlari ke arah gw, dan..... Terjadilah peristiwa itu. Gw bahkan gak tau detail peristiwanya, karna kejadiannya begitu cepat. Yang gw inget, gw udah jatuh, dengan kaki terluka, sementara si pihak ke-2 malah tetap berdiri sambil memaki-maki, dan gw liat kaca spion kiri gw lepas dan pecah gara2 terinjak kendaraan lain. Gw berdiri dan mengangkat motor gw, sambil mengecek keadaannya. Memang gak begitu parah, karna gw sempet banting ke kiri, jadi cuma kena setang yang bengkok, sama rem kaki dan pijakan kaki, yg bengkok dan keduanya udah gak bisa dipake lagi. Setelah gw minggir ke pinggir jalan, gw melihat luka gw. Keliatan gak terlalu parah, cuma sobek di bagian deket jari. Waktu itu, gw ditemani sama anak-anak yang baik hati, mereka membantu gw membeli obat. Bahkan mereka berniat memberikan sendal mereka, untuk menggantikan sendal gw yang terbelah menjadi 2. Gw basuh luka dengan air, dan sedikit air liur (katanya biar cepat sembuh).

Gw gak sempet lagi liat jam, karna gw pikir sudah tertunda beberapa lama. Jadi, gw langsung berbenah dan melanjutkan perjalanan ke kantor. Karna rem dan footstep kanan bengkok dan gak bisa dipake lagi, terpkasa gw pijakan ama mesin, beruntung rem depan masih bisa dipake. Sampe di kantor tepat waktu, dan di kantor pas lagi gak ada kerjaan, jadi gw cuma bisa terdiam dan istirahat aja. Pulangnya gw langsung ke rumah nyokap, mau laporan kalo motor rusak berat butuh perbaikan, dan gw butuh motor pengganti. Hehehe... langsung gw bawa tuh Vario. Sebelumnya, luka gw cek ke dokter, takut kalo pengobatan dadakan di tempat kejadian, salah. Mengalami peristiwa itu, kok gw malah tetep ngeblonk naik motornya... kayak gak ada kapoknya. Hehehe. Mudah-mudahan, gw bisa lebih berhati-hati. Sial tuh V-ixion, enaknya diapain tuh motor.... :D